Kiat-kiat Berbisnis dengan Orang Jepang

japan_biz234Jepang adalah negara yang perekonomiannya sangat maju di Asia. Banyak negara maju lain yang tertarik untuk berinvestasi di negara ini. Bukan sebagai negara konsumen, melainkan negara produsen. Seperti kita ketahui, Jepang dikenal dunia sebagai negara pemasok teknologi-teknologi tercanggih di dunia.

Namun di tengah kemajuan ekonomi, ternyata berbisnis di Jepang termasuk susah-susah gampang. Kenapa? Karena di luar hiruk-pikuk perkembangan teknologinya, ternyata Jepang masih sangat memegang kuat nilai-nilai tradisional budaya serta feodalisme dan aspek kesejarahan. Ini wajar karena secara geografis Jepang adalah negara kepulauan yang cukup terisolasi dari pengaruh budaya luar. Walaupun sekarang hal tersebut sudah tidak terlalu kentara, namun Anda tetap perlu berhati-hati. Jika Anda berminat untuk berbisnis dengan orang Jepang, ada baiknya Anda mengikuti beberapa saran Kevin B. Bucknall, penulis buku "Japan-Doing Business in a Unique Culture," untuk meningkatkan peluang keberhasilan kerja sama Anda.

1. Persiapkan materi yang cukup

Orang Jepang menyukai data. Jika Anda ingin melakukan presentasi bisnis di depan orang Jepang, pastikan Anda punya cukup data yang mendukung fakta. Sajikan dalam bahasa Inggris saja, tidak perlu dalam bahasa Jepang. Orang Jepang umumnya mengerti bahasa Inggris tertulis, namun memang tidak terlalu mahir dalam mengucapkannya. Jika mereka kurang paham akan data Anda, mereka tidak akan segan untuk bertanya kemudian.

2. Tunggu sampai diizinkan

Jangan bicara jika belum diizinkan. Di Jepang, banyak bicara dan menginterupsi pembicaraan orang lain dianggap sebagai kurang sopan bahkan kekanak-kanakan, bahkan dalam meeting casual atau informal sekalipun. Sebaliknya, diam dan mendengarkan akan membuat Anda terkesan menghormati mereka.

3. Jangan menghina pemerintah Anda

Jangan melontarkan kritik, cela, atau kekurangan tentang kondisi pemerintahan di negara Anda sendiri sekalipun itu adalah fakta. Orang Jepang umumnya nasionalis, dan kritik atas pemerintah akan membuat mereka terkejut, dan akan mengaburkan fokus mereka atas tujuan bisnis Anda.

4. “Profit” adalah istilah yang kurang berkenan

Orang jepang mengutamakan loyalitas dan hubungan yang harmonis antarperlaku bisnis. Bukan berarti profit tidak penting, tapi mereka mementingkan hubungan jangka panjang. Namun Anda boleh mengungkapkan tentang market share dan pertumbuhan bisnis. Intinya, bangkitkanlah niat positif dari tujuan Anda berbisnis dengan mereka. Mereka tidak selalu memandang uang sebagai hal yang utama.

5. Merespon gratifikasi

Jika Anda mendapat hadiah berupa barang atau uang di luar perjanjian kerja, ada baiknya Anda bertanya pada bawahan si pemberi, tentang alasan dan tujuan pemberian hadiah tersebut. Jika tidak, pemberinya akan bertanya-tanya mengapa Anda tidak merespon hadiah atau pemberian tersebut. Ketahuilah alasannya, dan jangan sekali-kali memberi kado balasan kepada si pemberi, karena mereka akan menganggap Anda tidak menyukai hadiah yang mereka beri.

6. Hati-hati dalam meminta penjelasan

Jika Anda tidak mengerti penjelasan dari mereka, berhati-hatilah dalam meminta penjelasan. Mereka akan mengira Anda meminta mereka untuk mengulang. Di banyak negara, ini adalah hal biasa, tapi tidak bagi orang Jepang. Tunggu sampai mereka selesai dengan pembicaraan mereka, dan saat ada jeda, barulah Anda bisa meminta maaf dan minta penjelasan lebih rinci 
karena ada bagian yang Anda belum mengerti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...