eceng gondok

Enceng Gondok merupakan salah tumbuhan air yang mengapung di permukaan air. Enceng Gondok memiliki nama latin Eichhornia crassipes. Tanaman air ini sebenarnya berasal dari Brasil dan pertama kali masuk Indonesia pada tahun 1894 di Kebun Raya Bogor. Tanaman ini merupakan tanama hias yang cukup disenangi karena memiliki bunga bewarna ungu. Akan tetapi saat ini, kehadiran dari Enceng Gondok lebih berperan sebagai gulma yang dapat merebut unsur hara dengan tanaman budidaya.


Spoiler for enceng gondok



Spoiler for Klasifikasi Enceng Gondok

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Commelinales
Famili: Pontederiaceae
Genus: Eichhornia Kunth
Spesies: E. crassipes

Nama binomial Eichhornia crassipes
(Mart.) Solms



Enceng Gondok pertama kali ditemukan di Sungai Amazon Brazil oleh Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman. 

Enceng Gondok memiliki kecepatan tumbuh yang pesat dan penyebarannya juga udah melalui antar saluran air.

Enceng Gondok memiliki nama lain seperti Ringgak di daerah lampung, Ilung-Ilung di daerah Dayak, Tumpe pada daerah Manado, Kelipuk di daerah Palembang.


Enceng Gondok termasuk kelas monocotyl, orde Eichhornia. 

Enceng Gondok hidup mengapung di permukaan air layaknya teratai. Enceng gondok memiliki tinggi antara 0,4-0,8 meter. Daunnya tunggal dan memiliki bentuk oval serta tidak memiliki batang. Ujung dan pangkalnya meruncin, pangkal tangkain daunnya menggelembung. Permukaan daun licin dan bewarna hijau. Bunga Enceng Gondok merupakan bunga Majemuk, memiliki bentuk bulir dan kelopaknya berberntuk tabung. Biji Enceng Gondok memiliki bentuk bulat dan memiliki warna hitam. Buahnya berbentuk kotak beruang tiga dan bewarna hijau. Akar Enceng Gondok merupakan jenis akar serabut.



Spoiler for bunga enceng gondok



Spoiler for bunga enceng gondok



Spoiler for enceng gondok saat berbunga



Enceng Gondok dapat tumbuh di kolam-kolam, sungai, danau tempat penampungan air serta di rawa. Enceng Gondok memiliki kemampuan untuk beradaptasi dari perubahan ekstrim laju air, perubahan kadar nutrisi, pH (derajat keasaman tanah), temperatur, ketinggian air dan racun yang terdapat dalam air. Enceng Gondok dapat berkembang pesat dalam kondisi air yang mengandung kadar nutrien yang tinggi, terutama di daerah yang memiliki kadar nitrogen, potasium dan fosfat. Akan tetapi perkembangan Enceng Gondok akan terhambat pada daerah yang memiliki kadar garam yang tinggi.

Enceng Gondok dapat menutupi permukaan air hal ini karena penyebarannya yang sangat pesat, mengurangi cahaya yang masuk ke dalam badan air, yang mengakibatkan berkurangnya kandungan Oksigen terlarut dalam air, pendangkalan akibat Enceng Gondok yang mati dan mengendap di dasar badan air. Enceng Gondok dapat meningkatkan persaingan dengan tumbuhan dalam menyerap nutrien. Meningkatnya penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman, dapat menurangi keindahan dari sungai karena eEnceng Gondok akan menyebar.


Spoiler for enceng gondok



Spoiler for enceng gondok



Manfaat Enceng Gondok
1.Enceng Gondok dapat menangkap polutan berat (Kadmium, Merkuri, Nikel)
2.Bahan kerajinan Tangan
3.bahan Campuran pakan ternak
4.Pupuk organik
5.Eceng gongok juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.
6.Menangkap sisa residu pestisida.

Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.


Spoiler for tas




Spoiler for tas lain



Spoiler for yang dianyam



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...