Google Earth membuktikan kebenaran Rasulullah SAW


Dalam hadits riwayat Attabarani, Rasulullah SAW perintah seorang sahabat supaya membangun sebuah masjid di taman bernama Bathan di daerah San'ayg terletak di negeri Yemen. Baginda mengarahkan supaya qiblat masjid itu menghadap ke puncak gunung Deyn yg terletak sekitar 30km dari San'aa.
14 abad kemudian, Google Earth membuktikan kebenaran Rasulullah SAW. Melalui rakaman satelit, dapat di lihat dengan jelas bagaimana qiblat masjid ini yang di perintahkan oleh Nabi SAW menghadap ke puncak gunung Deynn, apabila di lanjutkan, ia langsung mengarah ke tengah Kaaba di Baitullah Al Haram.

Tiada manusia yg dapat mengetahui perkara ini tanpa bantuan alat2 canggih. Benar lah Muhammad SAW. SUBHAANALLAH![islam-terbukti-benar]


>>Baca Selengkapnya..,

CARA UPLOAD FILE SEBESAR 500 MB

Saat mengirim beberapa file yang memiliki kapasitas besar (>5MB) mungkin menggunakan fasilitas attachment pada email akan sulit. Apalagi kalau koneksi internetnya sangat lambat, akan terasa lama, bahkan bisa gagal mengirim.
Ada beberapa situs layanan upload file dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, terutama jika menggunakan fasilitas yang gratis. Salah satu yang bisa jadi alternative adalah megaupload.


Megaupload menyediakan aplikasi uploader yang akan ditempel sebagai toolbar di browser.
Download terlebih dahulu, kemudian install aplikasinya. Setelah selesai di download, akan tampak di toolbar browser untuk memudahkan proses upload.


Klik tanda panah ke atas jika ingin mengupload file. Akan keluar aplikasi uploader.



Klik Add file.


Klik file yang akan diupload. Klik Open.



Masukkan alamat email kita, alamat email tujuan, deskripsi file, serta password (bila perlu).
Klik OK. Proses upload akan berlangsung.



Setelah selesai, email tujuan akan diberikan link untuk download file yang dikirim dan pemberitahuan ke email kita bahwa upload berhasil dilakukan.





Jangan lupa mengingatkan kepada yang dikirim email untuk menginstal aplikasi megaupload, karena file tidak akan bisa didownload jika aplikasi tersebut tidak diinstal.

sumber
>>Baca Selengkapnya..,

Teknologi Tes DNA Yang Bisa Menentukan Ajal, Benarkah?


Perkembangan teknologi begitu sangat luas. Zaman semakin maju teknologi pun semakin berkembang dengan pesatnya, hampir semua bidang pekerjaan pasti menggunakan yang namanya sebuah teknologi.


Baru-baru ini di ketemukan sebuah teknologi yang menurut saya tidak masuk akal, apa itu ? sebuah teknologi lewat uji genetic (DNA) yang dapat mengetahui sampai berapa lama seseorang dapat hidup.

Islam mengajarkan mau, jodoh, sehat, senang dan lain-lain di tangan allah. Penempuan ini bisa menentukan kapan kita meninggal. Semua kepercayaan kembali kepada anda.


Menurut mereka, usia seseorang ditentukan oleh panjang struktur kromosomnya. Ini disebut telomeres. Makin pendek telemeres Anda, maka makin cepat Anda meninggal. Walau tidak bisa memastikan secara tepat, tapi rentang waktu ajal datang itu bisa diperkirakan 5-10 tahun.

Teknologi memperkirakan maut datang ini bakal dijual di pasar akhir tahun ini di Inggris. Harga uji DNA semacam ini 435 pound sterling atau sekitar Rp 6 juta. Beberapa ilmuwan medis mulai mempertanyakan kode etis jika teknologi itu jadi diluncurkan ke pasaran.

Tentu saja yang bakal mendapat keuntungan adalah perusahaan asuransi. Sebab mereka bisa mengetahui kapan pemohon aplikasi itu meninggal dengan mewajibkan mereka mengambil tes itu.

Menurut sang penemu, Dr Maria Blasco dari Pusat Riset Kanker Nasional Spanyol yang berkantor di Madrid, tes ini sangat tepat dan cepat. “Paling penting adalah kita dapat menentukan adanya telomeres berbahaya, yakni yang sangat pendek,” katanya.

Ia menyatakan orang dengan telomeres pendek berarti masa hidupnya juga sebentar. Namun ia mengaakui tidak dapat menjamin seseorang yang memiliki telomeres panjang bisa hidup lebih lama.

Siapa berani, silakan mencoba. Setidaknya, Anda bisa ancang-ancang dari sekarang kapan Anda mau lebih giat menabung pahala untuk bekal di akhirat.

>>Baca Selengkapnya..,

Kenali Sejak Dini Kanker Lambung


Kanker lambung merupakan proses keganasan yang terjadi pada lambung.

Sejauh ini, penderita kanker lambung di Indonesia kebanyakan orang-orang yang berusia di atas 45 tahun dan lebih sering terjadi pada kaum laki-laki.

Seperti kebanyakan jenis kanker lainnya, penyebab kanker lambung belum diketahui secara pasti.

Penyebab kanker lambung diduga karena adanya bakteri helicobacter pylori, pola makan yang kurang sehat, kurang mengkonsumsi serat sayur atau buah dan pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol serta makan makanan yang dibakar.

Akan tetapi hal tersebut merupakan faktor-faktor penyebab dan tidak bisa disebutkan hanya salah satu karena untuk menyebabkan terjadinya kanker dibutuhkan banyak faktor yang terlibat.

Pada stadium awal, kanker lambung gejalanya tidak jelas.
Inilah yang menyebabkan pasien kanker lambung sering datang ke dokter dalam kondisi sudah berada di stadium lanjut.

Gejala pada stadium ini dapat berupa rasa panas pada ulu hati, penurunan berat badan dan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Sedangkan gejala pada stadium lanjut dapat berupa rasa nyeri pada bagian perut atas, mual, muntah, penurunan berat badan yang drastis, muntah darah, buang air besar hitam, anemia dan disertai gejala-gejala penyebaran di organ lain.

Misalnya saja pembesaran hati, sakit kuning, pembesaran perut karena pengumpulan cairan atau asites, dan lain sebagainya.

Gejala kanker lambung bisa diracukan dengan penyakit tukak lambung atau sakit maag.
Hal ini disebabkan gejala yang dikeluhkan hampir sama.

Keluhan sakit maag, belum tentu bisa menjadi awal gejala kanker lambung.

Bila keluhan membaik setelah pengobatan atau bahkan tidak muncul lagi, mungkin itu hanya sakit maag.
Namun bila setelah diobati, keluhan tidak berkurang, sebaiknya perlu diwaspadai akan kemungkinan munculnya kanker lambung.


>>Baca Selengkapnya..,

Tingkah Juragan Arab, Beli Celana Dalam Seharga Rp 250 Juta


Suatu tempo, salah seorang Arab kaya pernah membeli sehelai pakaian dalam bekas pakai Petenis Russia Anna Kuornikova seharga 30 Ribu Dollar Amerika (sekitar 250 Juta Rupiah). Padahal, di tok-toko termahal sekali pun, harga baru jenis celana dalam tersebut tak sampai 15 Dollar Amerika.

Kasus di atas hanyalah satu dari sekian ribu kasus bagaimana orang-orang kaya Arab, kebanyakan dari kawasan Arab Teluk (Saudi Arabia, Kuwait, Oman, Bahrain, Emirat, dan Qatar), membelanjakan uangnya di mal-mal hingga mencapai angka jutaan Dollar Amerika (milyaran Rupiah!) dalam sehari.

Situs berita Timur Tengah terkemuka, Alarabiya, baru-baru ini menurunkan laporan khusus terkait fenomena bagaimana orang-orang kaya Arab tersebut membelanjakan milyaran rupiah di pusat-pusat perbelanjaan di London dalam waktu yang sangat singkat.

Abd El-Aziz El-Dousry, penulis laporan tersebut, menyatakan jika London adalah salah satu tempat favorit belanja juragan-juragan Arab tersebut, khususnya bagi kalangan perempuan Arab. Dalam satu tahun, para perempuan Arab tersebut biasa menghabiskan uang ratusan juta Dollar Amerika (ratusan milyar Rupiah) hanya untuk berbelanja. Gila!

Harrods Store, Harvey Nichols, dan Old Bond Street adalah tempat-tempat belanja favorit bagi Arab-Arab kaya itu. Biasanya, mereka datang ke London pada liburan musim panas.

Para sopir Limosin di London dipercaya sebagai sumber cerita tentang kehidupan glamour para juragan Arab tersebut. Para sopir Limosin senantiasa mengantar para majikannya ke mana saja yang mereka kehendaki.

Ali Jamal, sopir Limosin asal Lebanon yang bekerja di salah satu perusahaan jasa Limosin di London mengatakan, selama hampir dua belas tahun ia bekerja sebagai sopir Limosin yang mengantarkan orang-orang berduit dari berbagai dunia keliling dan berbelanja di London.

Namun, kata Jamal, ia sangat heran dengan tingkah polah orang-orang berduit asal Arab. Diceritakannya, pada suatu hari ia pernah menemani sekeluarga asal Arab. Pada pagi hari ia mengantarkan keluarga tersebut ke Harrods Store. Mereka keluar dari pusat belanja paling bergengsi di London itu saat tengah hari untuk makan siang. Sore harinya, mereka kembali masuk ke Harrods lagi dan baru keluar sekitar jam 9 malam.

"Dan hal ini berlangsung hampir terus menerus selama sebulan," cerita Jamal.

Ditambahkan Jamal, hobi gila belanja orang-orang Arab itu justru menjadikan mereka lebih banyak mengunjungi mal-mal dan pusat-pusat belanja di London. Mereka malah tidak mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan simbol-simbol peradaban lainnya di kota itu.

"Di London, mereka belanja sebanyak-banyaknya. Hampir tak masuk akal. Yang mengejutkan lagi, saking banyaknya barang bawaan mereka, mereka pun bayar pajak cukai di bandara London senilai 73 Ribu Poundsterling (1 Poundsterling berkisar 13.500 Rupiah)," lanjut Jamal.

Ini berarti, tambahnya, selama sebulan di London mereka hampir menghabiskan lebih dari 1 juta Pounsterling hanya untuk belanja.

"Sebagai sopir, tentu saja saya kerap mendapat cipratan berkah. Ada beberapa keluarga kaya Arab yang memberikan saya tips sangat banyak, yang sebanding dengan gaji saya selama enam bulan."

Omar Ahmad, pekerja asal Irak yang mukim di London dan sering bekerja untuk keluarga kaya Arab telah terbiasa memegang uang jutaan Poundsterling yang dipasrahkan keluarga-keluarga kaya itu kepadanya untuk belanja kebutuhan harian.

"Mal-mal dan pusat-pusat belanja di London bisa eksis sebab kedatangan orang-orang kaya Arab itu. Bayangkan, di Harrods Store saja, uang dari mereka mengalir ke sana lebih dari 1 milyar Pounsterling," kata Ahmad.

Diceritakan Ahmad, ia pernah menemani seorang pejabat Arab memasuki Harrods Store. Di sana, ia membeli banyak hadiah seharga 6 juta Ponsterling. Ia juga tidak pusing memikirkan biaya pajak cukai ketika ia akan meninggalkan bandara London nanti.

Pernah pula, lanjut Ahmad bercerita, seorang Arab kaya lainnya membeli sebuah jam tangan dengan harga 5 juta Poundsterling. Jam tersebut adalah satu-satunya produk yang dibuat oleh pabrik pembuatnya.

Tidak bisa dipastikan dari negara mana orang-orang Arab tersebut. Mereka dari negara Arab yang berbeda-beda. Kebanyakan dari Arab Teluk. Namun demikian, kata Ahmad, orang-orang kaya dari Irak, Lebanon, Jordan, dan Maroko justru mengeluarkan uang belanja lebih banyak lagi dari orang-orang kaya asal Arab Teluk.

"Tapi media hanya fokus menyoroti orang-orang kaya Arab Teluk saja," lanjutnya.

sumber
>>Baca Selengkapnya..,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...